Hollow
Huaaaah.. Memang bener kata pepatah lama, “kalo baru lepas dari satu jangan mencoba berdekatan dengan satu yang lain!”. Fiiuuuh.. Ini aneeh, feeling ini pun begitu. Kalo lagi *Hampa Hatiku kaya Ungu begini, nggak bisa d dibaikin sedikiiit aja, langsung kesenengan bodoh. This is unusual. I’ve known him since like forever, dan entah kenapa baru sekarang hati ini menghangat. Literally. Menghangat. Mengerti rasanya? Hmm.. Begini, when he talk to u and look u straight in the eye, using such a gentle words and touch di bagian punggung tangan, seperti ada air hangat yang mengaliri dada dan pembuluh paru-paru, yang menimbulkan sensasi aneh. Well, memang efeknya belum sedashat tahap seperti Kupu-Kupu mengkitik-kitik bagian dalam perut, tapi yang ini juga enak rasanya.
I’ve been trying to open my heart, like the last time i did years ago. Tapi rasa yang timbul justru aneh-aneh, dan jatuh pada orang-orang yang nggak pernah aku sangka-sangka sebelumnya. This is weird. Memang rasanya nggak seheboh itu, sampe bikin jantung beredetak 2 kali lebih kencang, hati deg deg ser nggak karuan, dan lutut lemes. This is my bad, my bad i admit. Everytime somebody’s trying to get to me, aku selaluu saja membanding-bandingkan dengan si former penghuni hati. Mencoba-coba mencari-cari yang rasanya mirip-mirip, yang senengnya agak serupa. Dan after all these time, akhirnya, i found it. Tapi mengapa dia?
Dalam setiap hubungan, tahapannya selalu sama pada kebanyakan orang : Ngeliat. Naksir. Pedekate. Lalu kemudian berlanjut ke yang entah apa namanya. Tapi in my case, aku nggak bisa naksir dengan hanya ngeliat. Denger cerita yang bagus-bagus dari orang-orang. Haaah.. Selaluuuu saja begini. Aku benci. Walaupun it doesnt mean that i hope something from our now relationship would go further, hanya sajaaa, rasa ini menyenangkan. Ditambah bau badannya, yang bercampur sempurna dengan wangi parfume, deodorant dan pewangi pakaian. Hahahahahahaha.. Membuatku teruus ingin menghirupi harumnya, meletakkan daguku di sebelah kiri bahunnya. Hehehehe.. Silly me. Silly me!
About this entry
You’re currently reading “Hollow,” an entry on World Always Decide
- Published:
- June 26, 2009 / 14:43
- Category:
- Shoulder To Cry On
- Tags:
Panggil aku si kenyi yang sentimentil, sering dan gampang sekali menangis buat hal-hal paling ga penting sedunia. Terlihat kuat dan tegar, tapi sebetulnya fragile dan breakable. Ga suka asap rokok + baunya, ga suka berdulalip ria dengan musik yang du’ tang dumpret lalalala. Anak rumahan yang seneeeng banget main di mall, nonton di bioskop atapun sekedar dari dvd bajakan. Penggemar buku-buku nyeleneh macam Ayu Utami, tapi mampu juga jatuh cinta sama Icha Rahmanti dan Ika Natassa sambil berpetualang bareng Harry Potter atau Edward Cullen. Pencinta gila puisi Sapardi Djoko Damono dan catatan pinggir Goenawan Mohammad. Pemakan cokelat yang cuma berwarna cokelat. Penyanyang semua, keluarga dan sahabat-sahabat dalam hidup. Pemimpi yang sama sekali nggak ambisius. Tukan ngemil. ASTAGOOO!
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]