Every Once In A Year : Birthday
Are u one of those people, who thinks that Birthday deserves to be celebrated even only with a slice of cake? Well, I am.
Aku selalu menyambut ulang tahunku dengan penuh suka cita, harap-harap cemas pada setiap kejutan, hadiah ulang tahun, tiup lilin bahkan sekedar siapa yang akan jadi pertama dan terakhir memberikan ucapan. Yea yea.. call me sentimental fool, because now I’m a goddamn 25. Hehe..
My birthday has been four months passed.. tapi ga tau kenapa tiba tiba lagi kepingin ngebahas euphoria ulang tahun.
Kalo aku inget inget lagi, ulang tahun yang paling bahagia ya ulang tahun ke 17, back in 2003. Dimana untuk pertama kalinya ulang tahun dirayakan dengan lumayan besar. Mengundang hampir 100 teman, di sebuah rumah makan steak di bilangan Menteng sana, Gandy Steak namanya. Kenapa aku bisa bilang hari itu merupakan ulang tahun paling special? Karena pada umur segitulah aku begitu kebanjiran hadiah dan kue ulang tahun. Ada 2 kue ulang tahun yang aku tiup di sekolah, 1 kue ulang tahun di rumah yang aku tiup pagi-pagi ketika aku akan berangkat sekolah, ada kue dari Buffy, ada kue dari geng Ijo Lumutku dan tentu pada hari perayaan ulang tahunku, Sabtu, 26 April 2003 itu. Begitu banyak hadiah yang di antaranya masih aku simpan hingga hari ini..
Bantal berbentuk hati warna merah dari Abang Rhendy ..
Gelang Perlinis Silver dari Buffy >”< ..
Cincin Emas dari Tante Ade ..
Pigura Putar dari Iman ..
Bantal berbentuk sepasang babi dan jacket dari Dani ..
Bantal Babi dari Dylut ..
Bantal Lebah dari Mas Adam ..
Cicin Emas Putih dari Sahabat-sahabat terbaikku ..
That tacky jeans handbag dengan gagang berbentuk hati warna merah dari Dia..
dan yang paling aku senangi adalah Kain Putih sepanjang 1 M bertuliskan ucapan dari sebagian murid di angkatanku di Sekolah!
Smuanya masih tersimpan dengan rapi.
Setelah 17 tahunku, ulang tahun tidaklah pernah sebesar dan seramai itu. Paling aku hanya akan merayakan ulang tahun dengan keluarga inti, atau sesekali bersama para tante dan sepupu sepupu kecil. Kemudian sahabat-sahabat menahun itu akan meminta traktir di rumah makan yang sedang hits pada masanya. Tapi paling tidak setiap tahun aku memiliki sedikitnya 2 kue ulang tahun untuk aku tiup, dimana aku memanjatkan harapan-harapan besarku.
Ya, tahun ini aku berumur 25. Walau dengan pelukan singkat di lift kantor pada hari itu, aku sudah bahagia.
Terima kasih Tuhan atas berkah usianya.. Aku sangat berharap engkau akan dengan segera mengabulkan doa yang selalu ada di setiap sujud dan tarikan nafasku ini. Amin.
About this entry
You’re currently reading “Every Once In A Year : Birthday,” an entry on World Always Decide
- Published:
- August 18, 2011 / 10:08
- Category:
- Hanya Pikiranku Lagipula
- Tags:
Panggil aku si kenyi yang sentimentil, sering dan gampang sekali menangis buat hal-hal paling ga penting sedunia. Terlihat kuat dan tegar, tapi sebetulnya fragile dan breakable. Ga suka asap rokok + baunya, ga suka berdulalip ria dengan musik yang du’ tang dumpret lalalala. Anak rumahan yang seneeeng banget main di mall, nonton di bioskop atapun sekedar dari dvd bajakan. Penggemar buku-buku nyeleneh macam Ayu Utami, tapi mampu juga jatuh cinta sama Icha Rahmanti dan Ika Natassa sambil berpetualang bareng Harry Potter atau Edward Cullen. Pencinta gila puisi Sapardi Djoko Damono dan catatan pinggir Goenawan Mohammad. Pemakan cokelat yang cuma berwarna cokelat. Penyanyang semua, keluarga dan sahabat-sahabat dalam hidup. Pemimpi yang sama sekali nggak ambisius. Tukan ngemil. ASTAGOOO!
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]