A Love That I (Still Want To) Carry
It’s hard to understand u, after a year of our togetherness, it is still hard to understand the way u act and what it means behind that. Do I always have to guess? Ur silence, even worse that high tone of voice when u talk.. Can we find our source of happiness other than arguing and fighting over our differences every once we got a chance to spend our precious lil time together? Can we?
About this entry
You’re currently reading “A Love That I (Still Want To) Carry,” an entry on World Always Decide
- Published:
- September 7, 2011 / 04:20
- Category:
- Shoulder To Cry On
- Tags:

Panggil aku si kenyi yang sentimentil, sering dan gampang sekali menangis buat hal-hal paling ga penting sedunia. Terlihat kuat dan tegar, tapi sebetulnya fragile dan breakable. Ga suka asap rokok + baunya, ga suka berdulalip ria dengan musik yang du’ tang dumpret lalalala. Anak rumahan yang seneeeng banget main di mall, nonton di bioskop atapun sekedar dari dvd bajakan. Penggemar buku-buku nyeleneh macam Ayu Utami, tapi mampu juga jatuh cinta sama Icha Rahmanti dan Ika Natassa sambil berpetualang bareng Harry Potter atau Edward Cullen. Pencinta gila puisi Sapardi Djoko Damono dan catatan pinggir Goenawan Mohammad. Pemakan cokelat yang cuma berwarna cokelat. Penyanyang semua, keluarga dan sahabat-sahabat dalam hidup. Pemimpi yang sama sekali nggak ambisius. Tukan ngemil. ASTAGOOO!
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]