Cinta Adalah..
Ketika hati mampu bersuara jauh lebih keras daripada logika, walalupun aku tau betapa tidak irasionilnya..
Ketika aku mampu memaafkan kesalahan yang begitu menyakitkan, kesalahan tanpa ampun, bahkan aku rela untuk memaafkanmu dan mengampuni diriku karena telah begitu dungu..
Ketika aku merasa begitu sendiri walaupun di tengah gegap gempita dunia setiap kali aku merasa berjarak dengan keberadaan fisik maupun emosimu..
Ketika aku tau aku hanya akan menjadi setengahku bila ditinggalkanmu, tidak perduli bagaimana hancur lebur babak belurnya aku berusaha bertahan tetap berdiri disampingmu..
Ketika aku rela menukar keseluruhan hidupku hanya untuk bersamamu..
Ketika aku kosong, tanpa arah..
tidak tau harus sama siapa lagi aku jika tidak denganmu..
Ya, (mungkin) ini cinta.
*terinspirasi dari tulisan Jenny Jusuf – (Mungkin) Cinta
About this entry
You’re currently reading “Cinta Adalah..,” an entry on World Always Decide
- Published:
- September 8, 2011 / 09:13
- Category:
- Shoulder To Cry On
- Tags:

Panggil aku si kenyi yang sentimentil, sering dan gampang sekali menangis buat hal-hal paling ga penting sedunia. Terlihat kuat dan tegar, tapi sebetulnya fragile dan breakable. Ga suka asap rokok + baunya, ga suka berdulalip ria dengan musik yang du’ tang dumpret lalalala. Anak rumahan yang seneeeng banget main di mall, nonton di bioskop atapun sekedar dari dvd bajakan. Penggemar buku-buku nyeleneh macam Ayu Utami, tapi mampu juga jatuh cinta sama Icha Rahmanti dan Ika Natassa sambil berpetualang bareng Harry Potter atau Edward Cullen. Pencinta gila puisi Sapardi Djoko Damono dan catatan pinggir Goenawan Mohammad. Pemakan cokelat yang cuma berwarna cokelat. Penyanyang semua, keluarga dan sahabat-sahabat dalam hidup. Pemimpi yang sama sekali nggak ambisius. Tukan ngemil. ASTAGOOO!
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]