Expecto Patronum
Pernahkah kamu merasa tiba-tiba nelangsa, seperti seluruh energi dan kebahagiaan terhisap dari dalam diri dan kamu merasa seolah tidak akan pernah lagi bahagia? Bawaannya kepingin marah-marah, males ngapa-ngapain, semua hobi seperti dvd marathon dan delivery junk foodpun tidak lagi mampu memberi sedikit rasa nyaman dan aman. Biasanya kalau Dementor sudah datang dan menghinggapi seperti ni, aku akan berbaring dan meringkuk di bawah selimut sambil beripikir, Mantra Patronus apa yang akan aku gunakan untuk mengusirnya.
Well, sebenernya sih yang paling sumper ampuh adalah shopping. Circling around d mall, seeing good stuffs i love d most and buy it, its a real best therapy to boost my mood at all of a sudden. Tapiii sayangnya Dementor ga selalu datang sehabis tanggal 26. Dia bisa datang kapan aja tanpa pernah liat tanggal, ya kan? Hehe..
Here goes the list of My Mantra Patronus :
1. Sahabat Menahun.
Ya, yang bersama mereka aku mampu menjadi apa dan siapa saja yang aku mau, tanpa perasaan takut untuk dinilai. Tanpa perasaan takut akan kehilangan, karena aku tau, mereka akan selalu ada disana. Sudah terlalu banyak yang kita lalui bersama.. Pertengkaran yang acap kali menghampiri kalau salah satu dari kami baru punya pacar baru, pekerjaan baru, yang membuat pertemuan yang sebelumnya terjadi sangat kerap menjadi jarang, dan perasaan dinomor-duakan muncul. Berantem. Heboh. Mirip orang pacaran. Nangis-nangisan. Rekonsiliasi. Dan besok kita akan lupa pernah berkata dan menjadi begitu gila. Over 16 bloody years. Besar bersama. Tumbuh bersama. Menjadi dewasa bersama. Ya, aku sangat beruntung memiliki kamu, kamu, kamu.. sahabat. Terima kasih untuk kebersamaan dan persahabatan ini. Terima kasih telah menjadi mood charger paling handal setiap kali hidup sedang melorot. Terima kasih karena telah selalu menjadi Kuda Putih Patronusku.
2. Salon Amira.
Kalau si Sahabat Menahun sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, aku akan memilih opsi keduaku untuk menjadi kembali ceria. Salon Amira. Ya, di salon yang terletak tak jauh dari rumahku ini aku biasanya menghabiskan waktu sampai hampir 5 jam. Luluran, creambath, potong rambut, pedikur menikur, totok wajah, maskeran.. semua sudah aku jabani. Dan pengalaman yang paling baru aku dapat dari salon ini adalah Brazillian Wax. Haha.. Yeah yeah, sakiit siih. Tapi hasilnya memuaskan. Mau coba? Cuma 25 ribu ajaaa.. Yuk, yuk, come come. Walaupun jangan ngebayangin tempatnya akan extravagant ya. Namanya juga salon di pinggiran ibu kota dan tak ternama. Tapi enak kok. Buat ngilangin capek, dipijet-pijet dll.
Monggo dicoba sendiri.
Salon Amira
Jl. Kol Sugiono No. 21
Duren Sawit, Jakarta Timur
INDONESIA 13440No Telp : 866 01719
3. Tawfiq Ramadhan.
Let me present to the world my one and only nephew so far : Tawfiq Ramadhan. Bocah gendut 4 tahun ini juga seringkali mampu mengalihkan fokusku dari Dementor. Nglitikin dia. Nyubitin dia. Nontonin filmnya dia. Ngajakin ngomong Bahasa Inggris yang surprisingly amazing, kaya akan vocabulary untuk seumurnya. Atau makan Ice Cream Walls yang 1 Liter berdua.
4. Hujan.
Aku suka sekali hujan. Aku selalu suka hujan. Karena menurtku, suasana bumi ketika sedang diketuk hujan memiliki atmosphere magnetis yang entah apa. Syahdu. Aku mampu duduk berlama-lama di teras rumah, sambil membaui dan menghisap dalam-dalam aroma butiran pertama air hujan yang menyentuh bumi dan membungkus debu. Nikmat. Pasti kamu tau maksudnya kan? Ya, bau itu.
5. Escape.
Greatest escape in d world sebetulnya adalah berlibur. Tapi ya itu tadi, Dementor bukan cuma suka ga liat-liat tanggal, tapi juga ga liat-liat hari, ga pernah mau nimbang-nimbang jatah cuti..
Tapi Escape tetap memberiku opsi. Biasanya kalo lagi males mandi, males rapi-rapi dan males ketemu orang tapi sama sekali ga kepingin di rumah, aku tentu akan berada di sebuah kamar bercat biru di bilangan Bumi Raya sana. Rumah si sahabat menahun ini menempati urutan pertama dalam Great Escape Listku. Selain karena Bocah si empunya kamar ini adalah anak tunggal jadi ga mesti jaim takut ketemu kakak atau ade’nya dia. Plus di kamar ini juga terdapat unlimitted snack. Dari mulai coklat, minuman dingin, chiki-chikian, wafer-waferan.. Terima kasih banyak ya, Beibii, kamarmu saksi bisuku.
Ini anaknya. Jomblo lhooo.
Naksir? Disileee..
Mentok-mentoknya kalo Bocah ini lagi sibuk bersosialisasi dengan dunianya, aku akan dengan berat hati memilih Mall Kelapa Gading. Haha.. Kenapa Gading? Karena mall ini lengkap tapi nggak wah. Jadi bisa tetep nggak mandi dan nggembel. Ritualnya pasti sama kalo dateng kesini sendiria. Yummy Hotplate Steak Sapi, Prince Waffle Chocollo Plain dan Fries Corner Rasa Keju Jumbo. Selaluu begitu. Kemudian dilanjutkan dengan mengautis di XXI, walaupun kadang-kadang pas film abis ga tau juga ceritanya apa. Karena otak memang ga disana. Tapi paling nggak 2 jam terlewati.
Walaupun Dementor ga serta merta pergi sih, tapi yang sudah-sudah aku selalu mampu merasa lebih baik. Insha Allah bisa selalu begitu.
About this entry
You’re currently reading “Expecto Patronum,” an entry on World Always Decide
- Published:
- September 14, 2011 / 10:38
- Category:
- Shoulder To Cry On
- Tags:



Panggil aku si kenyi yang sentimentil, sering dan gampang sekali menangis buat hal-hal paling ga penting sedunia. Terlihat kuat dan tegar, tapi sebetulnya fragile dan breakable. Ga suka asap rokok + baunya, ga suka berdulalip ria dengan musik yang du’ tang dumpret lalalala. Anak rumahan yang seneeeng banget main di mall, nonton di bioskop atapun sekedar dari dvd bajakan. Penggemar buku-buku nyeleneh macam Ayu Utami, tapi mampu juga jatuh cinta sama Icha Rahmanti dan Ika Natassa sambil berpetualang bareng Harry Potter atau Edward Cullen. Pencinta gila puisi Sapardi Djoko Damono dan catatan pinggir Goenawan Mohammad. Pemakan cokelat yang cuma berwarna cokelat. Penyanyang semua, keluarga dan sahabat-sahabat dalam hidup. Pemimpi yang sama sekali nggak ambisius. Tukan ngemil. ASTAGOOO!
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]